Yayasan Pendidikan Kasih Setia Timor Diundang Hadir Dalam Pembagian PIP SMAKS ST. Fransiskus Xaverius Harneno

Pembagian PIP SMAKS St. Fransiskus Xaverius Harneno menghadirkan Yayasan Pendidikan Kasih Setia Timor 

Harneno, 27 Juli 2024


Harneno_ Dalam upaya meningkatkan semangat belajar siswa SMA dan SMK serta memotivasi agar melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka pemerintah mengalokasikan bantuan Program Indonesia Pintar ( 27/07/2028 )

        Siswa penerima PIP ini harus meningkat semangat belajarnya, sebab tidak perlu lagi memikirkan beli buku, beli baju, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya, ” kata Vinsensia Feka, S.Pd ( Kepala Sekolah )

     Dihadapan sekitar 24 siswa penerima PIP SMKS ST. Fransiskus Xaverius Harneno yang hadir pada kegiatan tersebut beserta guru-guru dan orang tua siswa penerimaan bantuan PIP dan hadir juga pak ketua Yayasan dan Babinsa setempat.

        Pertama kali yayasan hadir di SMASK ST. Fransiskus Xaverius Harneno dalam pembagian bantuan PIP dan dalam penegasan ketua yayasan tentang pendidikan itu sangat penting dgn adanya bantuan PIP dari pemerintah. " Wilhelmus Nabu, SE

     Kehadiran pihak keamanan turut hadir dalam menjaga warga setempat dalam situasi apapun karena tugas dan tanggung jawabnya dan dalam penyampaiannya beliau mengatakan bahwa PIP ini diperuntukkan untuk siswa sepenuhnya dalam pendidikannya dan saling mendukung dalam bidang pendidikan. " Babinsa

Setelah rapat bersama selanjutnya pembagian bantuan PIP kepada siswa penerimaan PIP melalui orang tua wali


Akhir kata pendidikan sangat penting maka pemerintah membantu kita dalam kebutuhan anak- anak kita menggapai mimpinya



Harneno, 27 Juli 2024
YPKST


Sejarah Asal Usul Jak, Lakun, Kunion dan Aktivitas Masyarakat Setempat

 Sejarah Asal Usul Jak, Lakun, Kunion dan Aktivitas Masyarakat Setempat 


            Lakun ( Bukit Batu )

         Tunbaba.blog _ Kampung tua peradaban ke tiga sebelum Tunnoe hari ini. Bukit ini Namanya "Lakun" terletak sekitar 1km dari Lokasi Smak Trinitas Nenotun nantinya. Dibawah bukit ini adalah peradaban kampung tua Niokpenu atau Dakin (konon di kampung tua ini tumbuh subur sekumpulan pohon Nangka yg dalam bahasa setempat "Dak/jak" karna serumpun maka disebut Dakin/Jakin) yg kemudian menjadi Desa Jak sebelum mekar 3 menjadi Desa Jak, Tunnoe dan Tuntun Paroki St Arnoldus Jansen Jak saat ini. 


        Dalam edisi cerita sebelumnya sudah diulas bahwa Lakun ini dikenal masyarakat setempat sebagai bukit berjenis kelamin perempuan yg bersuamikan Bukit kunion di samping kananNya yg juga suda diceritakan sebelum bahwa konon ketika gunung sinai berpindah ke laut sitran (Tiles saat ini) ia sempat singgah mengajak Kunion untuk turut serta tetapi diketahui Lakun istrinya sehingga tindakan refleks seorang istri yg hendak ditinggalkan adalah mengangkat sebatang bambu dan melemparkannya ke kunion suaminya dan kena tepat paha kiri sehingga kunion batal pergi karena pahanya hampir patah ( ada retakan dan sedikit  runtuhan di sisi kiri bukit kunion dan bambu tak beruas yg tumbuh dibawa bukit kunion). " Bapak Wilhelmus Nabu "

    Kunion ( Bukit Batu)


    Cerita berbeda mengenai nama Lakun dari bapa Barnabas Koin, orangtua Rm. Theo Taus. Ceritanya demikian, konon di bawah bukit itu terjadi proses pembuatan lilin yg dilakukan oleh orang - orang kulit putih yang diduga orang - orang Portugis. Kebetulan di hutan sekitar Lakun terdapat banyak lebah yang menjadi potensi untuk mmbuat lilin. Orang2 Portugis kala itu menjadikan bukit itu sebagai tempat persinggahan sekaligus tempat beristirahat saat mereka berkeliling menyebarkan agama Katolik.

    Kebetulan bahasa Dawan untuk proses pembuatan lilin disebut 'talak nini' yg berpusat di bawah bukit itu maka akhirnya berkembang penyebutan terhadap nama bukit itu adalah 'lak un' artinya pusat pembuatan lilin maka nama itu terbawa sampai sekarang dgn sebutan Lakun.

   Selanjutnya berkaitan dgn nama Jak sesungguhnya tidak merujuk pada nangka tetapi adalah pengaruh dialektika orang Tunbaba pada umumnya sehingga 'lak' bergeser menjadi 'dak' kemudian berubah menjadi jak yg kini menjadi nama kampung tercinta kita yakni Jak. " Bapak Yanto Kefi "

     Tentang mitos, sejarah asal kata nama tempat itu ibarat seekor gajah yang kita pandang dan kita maknai dari sudut pandang yang berbeda beda, ada yang kebetulan posisi berdiri di kepala kemudian memberikan kesimpulan bahwa gajah itu memiliki belalai panjang sebagai penciuman, pengganti tangan telinga besar,punya taring, dll, ada yang dari belakang dan memberikan kesimpulan berbeda, ada yang dari samping kiri dan kanan lalu memberikan keterangan yang berbeda-beda tetapi sebenarnya gajah itu satu yang memiliki semuanya.

   Kita telusuri sejarah memang bangsa portugis dan Belanda selain mencari rempah rempah di Indonesia,  di pulau Timor ini mereka mencari lilin sebagaimana ulasan Bapak Yanto Kefi dan juga yang sangat terkenal adalah Cendana.

Artinya suatu sejarah peradaban tdk pernah habis untuk diceritakan karna banyak versinya. Tutur Bapak Wilhelmus Nabu 

Bagaimana Kaitannya dengan Nunpene ? 

    Nunpene dan jak itu satu sebagai Tunbaba tetapi Tunbaba sendiri terbagi menjadi 2 wilayah dalam satu lingkaran. 

 Bagian timur Tunbaba meliputi desa Taekas, Femnasi, Jak, Tunnoe dan Tuntun dikenal dengan sebutan Muni Tunbaba (Fatba bian) yang dipimpin Usif Ukat,  sedangkan Oesena, Amol, Bitefa, Bokon dan Kaibaon disebut Nael Tunbaba yang dipimpin Usif Sakunab. ( Bapak Wilhelmus Nabu )

Mari menggali sejarah agar tidak terputus atau musnah


Terimakasih untuk semua yang sudah berbagi tentang sejarah 

"Tabe neukit ok'oke"



Lokasi : Desa Tunoe, Kec. Miomaffo Timur,
               Kab. Timor Tengah Utara - NTT


Ujian Praktek Kelas XII Mata Pelajaran Seni Budaya SMAK Trinitas Nenotun

Ujian Praktek Kelas XII Mata Pelajaran Seni Budaya SMAK Trinitas Nenotun 



Sabtu, 16 Maret 2024. Diadakannya Ujian Praktik bagi seluruh siswa dan siswi kelas XII SMAK Trinitas Nenotun Tahun Pelajaran 2023/2024 tanpa terkecuali.

Ujian praktik merupakan salah satu persyaratan kelulusan yang diharapkan setelah dinyatakan Lulus dari SMAK Trinitas Nenotun mampu dan dapat diterapkan.

Ujian praktik ini tidak dilakukan oleh semua mapel., hanya mapel tertentu saja.



Seluruh siswa dan siswi Kelas XII mementaskan tarian khas daerah ditambah tarian kreasi 

Semoga dengan adanya ujian praktik ini siswa bisa mengembangkan kemampuannya di bidang kesenian dan melestarikan tarian khas daerah 


SMAK Trinitas Nenotun


Lirik Lagu Tamang tapi Mau by Mitha Talahatu

 Lirik Lagu " Tamang Tapi Mau"

 By Mitha Talahatu


TTM

Seng luka tapi sakit beta rasa
Mo sambunyi tapi lawan su baca
Se deng dia pung permainan
Tatawa manis di muka beta
Seng tau ale muka dua


Se tau dia beta pung sayang
Ale su tau dia beta pung tamang
Lalu kanapa bagitu
Jang kira kata beta seng tau
Di blakang beta

Su tau tamang tapi mau
Sampe hati lai kamong tipu
Beta...
Seng salah beta pung perasaan bagitu
Sampe hati lai bikin beta bagitu
Tega...

Ale beta pung sayang
Dia beta pung tamang
Sampe habi biking hancur beta pung bahagia

Terlalu sadis se deng dia pung cara
Su tau tamang tapi mau

" Intro......."
YouTube : UPFUI chanel



Se tau dia beta pung sayang
Ale su tau dia beta pung tamang
Lalu kanapa bagitu
Jang kira kata beta seng tau
Di blakang beta

Su tau tamang tapi mau
Sampe hati lai kamong tipu
Beta...
Su salah beta pung perasaan ini batul?
Sampe hati lai bikin beta bagitu
Tega...


Ale beta pung sayang
Dia beta pung tamang
Sampe hati biking hancur beta pung bahagia

Terlalu sadis se deng dia pung cara
Su tau tamang tapi mau

Terlalu sadis se deng dia pung cara
Su tau tamang tapi mau


Uploader : Usi Kefi

YouTube : Upfui chanel

Festival Keagamaan Katolik SMAK TRINITAS NENOTUN

 Festival Keagamaan Katolik SMAK TRINITAS NENOTUN




      Media Berita - SMAK TRINITAS NENOTUN mengadakan kegiatan festival keagamaan Katolik dengan tema " Bersama SMAK Membentuk Karakter yang Unggul dalam Beriman dan Bermoral Kristiani". Pada tanggal 09 Mei 2022.
   Kegiatan festival keagamaan Katolik SMAK TRINITAS NENOTUN ini dilaksanakan demi mempersiapkan siswa/ siswi untuk mengikuti perlombaan tingkat regio SE - SMAK Keuskupan Atambua
   Panitia pelaksana kegiatan festival keagama katolik SMAK TRINITAS NENOTUN melakukan beberapa rangkaian kegiatan perlombaan atar kelas, diataranya : Lomba Cerdas cermat, Lomba Tutur Kitab Suci, Lomba baca Kitab Suci, Lomba Mazmur dan Lomba paduan suara yang sampaikan oleh Ketua panitia pelaksana kegiatan festival keagamaan Katolik SMAK TRINITAS NENOTUN. ( Ibu Getrudis Kefi, S.Pd )
    Sambutan dari bapak kepala SMAK TRINITAS NENOTUN menyampaikan satu pesan bahwa dilakukan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa siswi mengenai iman katolik dan membentuk generasi yang berkrakter dan bermoral Kristiani. ( Emanuel Salu, S.Pd )
   Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Yayasan pendidikan Kasih Setia Timor. Ketua yayasan sangat mengapresiasi kegiatan festival keagama ini dan ketua yayasan mengatakan bahwa setiap perlombaan ada menang dan kalah tetapi bagaimana memupuk karakter dan mental siswa siswi itu hal yang paling utama. ( Wilhelmus Nabu,SE)
  Setelah kegiatan ini dibuka oleh Ketua Yayasan pendidikan Kasih Setia Timor selanjutnya dimulai dengan perlombaan dan penentuan pemenang dalam setiap perlombaan oleh Tim Juri. 
   Selanjutnya membacakan pemenang dalam kegiatan festival keagamaan ini oleh panitia sekaligus memberikan hadiah untuk para pemenang.
Juara I paduan suara oleh Kelas X MIA
Juara I Mazmur oleh Kelas XI IPS
Juara I Tutur Kitab suci dalam dua bahasa ( bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ) oleh kelas X MIA
Juara I Baca Kitab Suci Kelas XI MIA
Juara I cerdas cermat oleh kelas X IPS
   Selanjutnya sepatah kalimat dari bapak kepala SMAK TRINITAS NENOTUN dalam kegiatan ini. Beliau mengatakan terimakasih banyak untuk panitia dan seluh siswa siswi yang telah megikuti segala rangkaian kegiatan ini. Satu kata yang sangat bermakna dari beliau sebelum menutup kegiatan festival keagamaan Katolik SMAK TRINITAS NENOTUN, ia mengatakan bahwa " kalah jadi abu, menang jadi Arang tapi pada dasarnya sama- sama terbakar".





                   Salve




By : Fransiskus X. Kefi
YouTube : UPFUI

Kemajuan Teknologi Dalam Bidang Pertanian

 Pertanian dan Kemajuan Teknologi






# Sejarah.

        Pada jaman dahulu ketika masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara khususnya masyarakat desa Tunoe,  mengerjakan lahan sawahnya dengan perlengkapan seadanya, dan melalui beberapa tahapan dan itu hanya dengan cara manual dan alamiah dan membutuhkan proses yang memakan waktu dan tenaga. Mulai dari membuat petakan sawah sampai pada pemeliharaan tanaman . Alat yang digunakan untuk membuat petakan dan bajak sawah adalah linggis dan pacul, setelah itu untuk menggemburkan tanah atau meratakan tanah dengan memasukan ternak sapi atau kerbau kedalam petakan sawah untuk menginjak atau meratakan tanah, selanjutnya menanm dan memelihara tanaman. Dalam proses pemeliharan hanyalah menggunakan pupuk alamiah berupa kotoran hewan dan daun" selanjutnya untuk membunuh hama hanyalah dengan menggunakan abu dapur jadi semuanya masih tradisional atau alamiah, maka membutuhkan tenaga yang super, dan faktanya orang tua dulu biar sudah berumur atau sudah tua masih kuat.




         Seiring berjalannya waktu, begitu adanya kemajuan teknologi mengurangi beban kerja masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara khususnya desa Tunoe, dengan adanya traktor, berbagaimacam pupuk pemeliharaan tanaman prosenya sangat cepat walaupun ada pupuk yang mengandung zat kimia, tapi sudah sangat mengurangi tenaga dan waktu. 

       Kemajuan teknologi mengubah pola lama menjadi satu perubahan dan segala sesuatu ada dampak baik dan buruk tergantung bagaiman cara pola pikir kita. 

       Jadi waktu terus berjalan dimana teknologi pun terus berkembang, yang harus kita bekali pada diri kita adalah memahami dan dimengerti dengan adanya pengetahuan

" Meop on ate, Tah on Usif " ( bekerjalah seperti hamba, nikmatilah hasil atau makanlah seperti Raja )

Tabe neokit


Penulis : Fransiskus Xaverius Kefi












Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Kepala SMAK Trinitas Nenotun dibawah Naungan Yayasan Pendidikan Kasih Setia Timor

SMAK TRINITAS NENOTUN -Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Sekolah di bawah Naungan Yayasan Pendidikan Kasih Setia Timor – Tun'noe - TTU - NTT.

Tun'noe (02/10), Yayasan Pendidikan Kasih Setia Timor melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala SMAK Trinitas Nenotun - Tun'noe di greja Santo Arnoldus Janssen Jak.


Pelantikan, Pengambilan sumpah jabatan, serta mempersembahkan SK yang dipimpin langsung oleh Yayasan Pendidikan Kasih Setia Timor dengan penuh khidmat dan disaksikan oleh seluruh jajaran dewan guru, ketua yayasan beserta jajarannya, para orang tua siswa dan  Pastor paroki Santo Arnoldus Janssen Jak. ( Rm. Flaviano Kuftalan, Pr)

Kegiatan ini dimulai dengan misa yang dipimpin oleh Rm. Flaviano Kuftalan, Pr dan Pater Andreas Nabu, Fd.cc, sekaligus pengambilan Sumpah kepala SMAK Trinitas Nenotun.

Sambutan bapak ketua Yayasan Pendidikan Kasih Setia Timor memberikan arahan serta harapan ke depan untuk kepala sekolah SMAK Trinitas Nenotun.  Ada tiga hal penting yang ditegaskan oleh ketua yayasan diantaranya :

1. Kepsek harus melakukan akselerasi / mengejar ketertinggalan terutama pada masa pandemi covid spy tdk terlindas oleh percepatan perkembangan dunia pendidikan dan teknologi.

2. Kepsek harus mampu mengembangkan kapablity defelopment melalui inivasi / terobosan baru untuk mengangkat kapasitas dan tdk menciptakan ketergantungan top-leader.

3. Kepsek harus bisa memanage team organisation / team work untuk senantiasa bekerja sama sesuai delegasi tugas wewenang yg dilimpahkan ke masing-masing person.

Guru harus mampu mendedikasikan diri sebagai panutan yg baik tidak sekedar menuntut jam tetapi menuntun, mendidik aklak dan menanamkan budi pekerti.

Akhir kata semoga momen pelantikan tdk sekedar perkenalan tetapi menjadi lahan awal menempa siswa menjadi imam awam gereja masa depan yg handal." Wilhelmus Nabu, SE

Sambutan bapak kepala SMAK Trinitas Nenotun mengucapkan limpah terimakasi kepada semua yg ikut serta dalam kegiatan ini dan meminta dukungan dari semua untuk sama sama membangun lembaga tercinta ini." Bapak Emanuel Salu, S.Pd.

Mari melayani dengan kasih, karena bagi Allah tidak ada yang mustahil." Rm. Flaviano Kuftalan, Pr

Acara diakhiri dengan makan bersama, dilanjutkan dengan ramah tamah dan ucapan selamat kepada  kepala SMAK Trinitas Nenotun yang resmi dilantik. "Bpk Emanuel Salu, S.Pd.

Selamat kepada Bpk. Kepala SMAK Trinitas Nenotun " Bpk Emanuel Salu, S.Pd



Motto :

" Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil " 



Tun'noe, 02 Oktober 2021

By : Fransiskus Xaverius Kefi